Hah? Atasanku?

1251 Kata
"Eh?" Kaget Aisya 'Jangan jangan dia mau macam macam,' Batin Aisya Do Hyun pun melangkah mendekat ke arah Aisya, Aisya tertunduk ketakutan, Dengan tangan yang bergemetaran, Ia meremas ujung pakaiannya, Melihat Aisya yang tertunduk, Do Hyun penasaran ia pun ikut menundukkan kepalanya hendak melihat wajah Aisya, Namun tiba tiba.. Dugg "Aww," Ringis Do Hyun, Aisya yang tiba tiba mendongakkan kepalanya, tanpa sengaja membentur hidung Do Hyun cukup keras, hingga hidung Do Hyun mengeluarkan darah. "Eh, M-maaf.. Maaf.. Aku benar benar minta maaf!" Aisya terus membungkuk meminta maaf. Do Hyun memegangi hidungnya yang terasa nyeri, hingga ia tidak mampu untuk berbicara, *** Aisya membawa sebuah wadah berisi air dan lap bersih, Ia dengan telaten membersihkan darah yang keluar dari hidung Do Hyun, Do Hyun menatap lekat Aisya tanpa Aisya sadari, Do Hyun menampakkan senyuman tipisnya, 'Dia sangat cantik dilihat dari dekat seperti ini, dengan penutup kepala itu, kecantikannya menjadi terpancar,' Batinnya berkata. Senyuman tipis terukir di wajah Do Hyun "Sudah selesai," Ucapan Aisya membuyarkan lamunan Do Hyun, "Sekali lagi, Aku benar benar minta maaf," Ujar Aisya kembali membungkukkan tubuhnya. Do Hyun melipatkan kedua tangan di dadanya, dan memasang wajah jutek "Apa hanya itu yang bisa kau lakukan?" Aisya mengerutkan dahinya, "Maksudmu?" Do Hyun menyunggingkan senyuman di sudut bibirnya, yang membuat Aisya merasa merinding, "Permintaan maafmu akan aku terima asalkan, Kau harus menjadi asisten pribadiku selama satu minggu," Aisya mengerutkan dahinya, "Asisten pribadi? Anda anggap saya ini apa? Bahkan barusan itu hanya sebuah kecelakaan! Bukan sebuah kesengajaan!" "Kecelakaan ataupun bukan, kau tetap harus bertanggung jawab bukan? Apa kau ingin namamu menjadi jelek karena masalah ini, dan membuat beasiswa mu dicabut, karena sudah melukai siswa disini?" Do Hyun pun meninggalkan Aisya dengan wajah kesalnya, Hingga Aisya menyadari jam kuliahnya akan segera dimulai, Ia berlari terburu buru menuju asrama, bersiap siap dan pergi berlari menuju kelasnya. *** Aisya menghela nafas panjang, "Aaah, Jadi seperti itu ceritanya." Aera mendengarkan dengan seksama cerita Aisya, Di tengah obrolan mereka, "Aisya!" Do Hyun datang menyela obrolan mereka, "Apa?" Jawab singkat Aisya, "Tolong bawakan aku makan siang, Aku akan menunggumu di mejaku!" Do Hyun terus melangkah pergi menuju meja miliknya, Tangan Aisya pun mengepal, "Ck, Aishh.. Menyebalkan!" Decak kesal Aisya "Sudahlah, Turuti saja! Do Hyun bukan tipe pria yang suka mempermainkan wanita, Apa mungkin….." "Sst, Jangan berpikir macam macam tentang kami!" Bantah Aisya "Aku bahkan belum mengatakan apa apa," Aisya menempelkan keningnya diatas meja, "Mau tidak mau, Aku harus menjadi pembantunya selama seminggu ini, Aku tidak mau hanya karena ini, menjadi masalah besar untukku, apalagi sampai mempengaruhi beasiswa ku." "Sudah, Sana." Dengan langkah malas, Aisya pun berjalan menuju tempat pengambilan makanan, dan menyimpannya di meja Do Hyun. Tatapan tajam Do Hyun membuat Aisya tidak nyaman, "Apa?" "Kenapa lama sekali?" Tanya Do Hyun seraya meraih sumpit yang berada di hadapannya dan mulai memakan kimchinya terlebih dahulu. Aisya tidak menjawab pertanyaan Do Hyun, Ia hanya berdiri menatap Do Hyun yang tengah menikmati makanannya. Merasa tidak ada lagi yang harus Aisya lakukan, Aisya pun hendak melangkah pergi, Namun.. "Tunggu!" Panggil Do Hyun Aisya pun menoleh ke arah Do Hyun "Apa?" Do Hyun menepuk nepuk bangku yang berada di sebelahnya, "Temani aku, duduklah disini." Aisya memutarkan kedua bola matanya, "Tidak perlu, Aku akan menemui Aera." Ketusnya Aisya pun melangkah pergi untuk menemui Aera. Do Hyun hanya menatap kepergian Aisya tanpa mencegahnya. *** Jam pelajaran pun berakhir, Aisya tengah membereskan barang barangnya diatas meja, "Aisya, Apa kau akan langsung pergi ke tempat kerjamu?" Tanya Aera "Hm," Jawab singkat Aisya diiringi anggukan kepala, "Baiklah, Kalau begitu.. Aku pergi duluan, Sampai jumpa besok." Pamit Aera seraya melambaikan tangannya. Aisya menyambut lambaian tangan Aera dan tersenyum manis ke arahnya, Aisya pun bergegas melangkah menuju ke tempat ia bekerja, Sebuah restoran halal yang pemiliknya berkewarganegaraan sama dengan dirinya. Setibanya di restoran, "Aisya!" Panggil pemilik restoran. "Iya pak," "Bisakah kau antarkan pesanan makanan ke alamat ini," Pemilik restoran menyodorkan secarik kertas pada Aisya, "Emm, T-tapi.. Aku belum terlalu tahu jalan jalan yang berada disini," Pemilik restoran pun menghela nafas kasar seraya menggeleng pelan kepalanya. Tidak ingin melihat bos nya kecewa, Apalagi kehilangan pekerjaannya, Aisya pun memutuskan untuk mencoba menurutinya, "Emm, A-aku akan mencoba untuk mengantarnya, aku akan menggunakan gps." "Terima kasih," Aisya pun mengangguk pelan, *** Aisya mencoba untuk mengikuti gps yang tertera di ponselnya, hingga ia tiba di depan sebuah rumah yang cukup besar, dengan halaman rumah yang luas, "Apa benar ini rumahnya?" Gumam Aisya sesekali kembali melihat alamat rumah yang tertulis di kertas, "Benar, baiklah.. Aku coba saja," Aisya menekan tombol rumah yang berada di luar pagar, 'Ding dong' Seorang pemuda berperawakan tinggi putih dengan wajah datar dan dingin nya terlihat dari balik pintu, Aisya membulatkan matanya sempurna, seorang pria yang tidak asing lagi untuknya berada di hadapannya. "K-kau? Do Hyun?" Do Hyun hanya menatap datar, Ia tidak terlihat terkejut dengan Aisya yang mengantarkan makanannya, kemudian melihat jam tangan, "Kau terlambat, Dan aku tidak akan membayar untuk makanan itu." Do Hyun merebut paksa kantong makanan yang ada di genggaman Aisya, "Eh, Kau tidak bisa seperti itu! Makanan itu sudah dibuatkan dan sudah aku antarkan, kau harus membayar untuk makanan itu!" "Dalam peraturan restoran tempatmu bekerja, jika terjadi keterlambatan maka konsumen berhak untuk membatalkan pesanan ataupun tidak membayar pesanan tersebut." "Apa? Peraturan macam itu? Kenapa aku baru mengetahuinya?" "Pa bo!" Do Hyun melangkah masuk ke dalam rumah, "Hey! Kau harus membayarnya dulu!" Teriak Aisya, Namun, Do hyun tidak memperdulikannya dan terus melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah. Aisya kembali menekan bel rumah berkali kali, namun tidak ada jawaban dari Do Hyun. Aisya merasa sangat kesal, namun ia juga tidak bisa melakukan banyak hal. Aisya pun melangkah pergi dengan tangan kosong. *** Setibanya di restoran, Dengan langkah ragu, Aisya menemui pemilik restoran, "P-pak, M-maaf, A-aku.. Aku.." "Ada apa? Kau kenapa?" Tanya si pemilik restoran "I-itu.. Aku.." Aisya pun tiba tiba membungkukkan badannya berkali kali, "Maafkan aku Tuan, Karena aku terlambat, Konsumen jadi tidak mau membayarnya." "Konsumen yang mana?" Tanya heran si pemilik restoran, Hingga tiba tiba si pemilik restoran teringat sesuatu, "Aaah, Maksudmu Tuan muda Kim Do Hyun?" Aisya mengangguk cepat, "Tidak perlu khawatir, Apapun yang Tuan Do Hyun inginkan pasti akan kami berikan secara gratis," Aisya mengernyitkan dahinya, "Tunggu, m-maksudmu?" "Dia adalah salah seorang pemilik saham di perusahaan, dan termasuk partnerku juga, Karena dia menyukai makanan halal, Ia pun akhirnya yang membantu dalam permodalan di restoran ini," Aisya mengangguk angguk paham, Tiba tiba Aisya menyadari suatu hal, “Eh, Tunggu? Apa itu artinya secara tidak langsung, Do Hyun adalah atasanku?” Ucapnya sambil menunjuk dirinya sendiri. “Iya, begitulah.” “A-apa?” Aisya terbata bata, Ia tidak percaya jika ternyata selama ini orang yang tidak ia sukai nyatanya adalah atasannya. ‘Gimana nih? mana beberapa hari ini aku udah jutekin dia?’ Batin Aisya “Aisya?” Panggil pemilik Restoran membuyarkan lamunan Aisya “Ah, Iya? Maaf, Saya kembali bekerja dulu ya pak.” Aisya melangkah pergi *** Hari pun berganti, Aisya yang tengah bersama Aera di taman kampus dihampiri oleh geng anak populer yang saat itu pernah merundung Aera, Dengan wajah sinis dan tangan yang dilipat, ia berada di hadapan Aisya sekarang, "Heh manusia dengan penutup kepala yang aneh! Kau menjalin hubungan apa dengan oppa ku?" Tanya Seo jin tanpa berbasa basi, "Oppa?" Aisya tampak sedang berpikir, "Jangan berpura pura! Katakan!" Ucap Seo jin dengan nada tinggi. "Apa maksudmu, Do Hyun?" "Iya!" Aisya menyeringai, "Apa kami terlihat seperti pasangan? Aku bahkan tidak merasa dekat dengannya," "Huh, Lalu kenapa kau selalu melayaninya?" "Aku juga tidak ingin dekat dekat dengannya! Jika bukan Karena rasa tanggung jawabku, aku tidak mungkin mau!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN