"Huh, Rasa tanggung jawab katamu?" Seo Jin menarik baju Aisya dengan tatapan mata tajam dan mengancam,
Aera yang hendak melerai pun dicegah oleh teman teman seo jin,
"Jangan dekati oppaku! Jika kau masih nekad, Aku akan melakukan lebih dari ini!" Seo jin melepas kasar pegangan tangannya hingga Aisya jatuh tersungkur di atas tanah,
Dengan angkuhnya, Seo jin melangkah pergi meninggalkan Aisya, diikuti oleh langkah teman teman Seo jin.
"Aisya, Kau tidak apa apa?" Tanya khawatir Aera
Pandangan Aisya tertunduk, Ia mengepalkan tangannya kuat, rahangnya mengeras, Ia menahan amarahnya yang terasa begitu membara,
'Astagfirullohal'adzim, Kuatkan aku Ya Alloh, Tenangkan aku.' Batinnya,
Matanya berkaca kaca, menahan buliran bening yang hendak lolos dari kedua bola matanya,
Tiba tiba..
Seseorang mengulurkan sebuah ranting yang berukuran sedang, Tatapan Aisya pun beralih padanya,
"Do Hyun?"
Do Hyun pun berjongkok di hadapan Aisya,
"Aku hanya ingin membantumu berdiri,"
Aisya menatap ke arah ranting sekilas kemudian tatapannya beralih ke arah Do Hyun lagi,
"Aku tau, Dalam agamamu, laki laki dan perempuan tidak diperkenankan untuk bersentuhan, karena itu aku menggunakan perantara ranting ini untuk membantumu berdiri," Do Hyun menunjukkan senyuman hangatnya pada Aisya,
'Ini, pertama kalinya Do Hyun bersikap hangat padaku.' Batin Aisya
Sejenak Aisya tergugu,
Aisya pun mengalihkan pandangannya ke arah lain,
'Astagfirulloh,' Batinnya berkata
Do Hyun mengerutkan dahinya, melihat reaksi Aisya,
"Wae?" Tanya Do Hyun heran
"Maaf, Terima kasih untuk niat baikmu, tapi aku bisa berdiri sendiri." Ucap Aisya seraya berdiri dan menepuk nepuk baju yang ia kenakan.
"Ayo, Kita pergi Aera." Aisya menarik tangan Aera kemudian melangkah pergi,
Do Hyun pun menatap punggung gadis itu dengan senyum yang terukir di wajahnya,
***
Di Restoran,
Aisya yang tengah sibuk melayani para pelanggan, dikejutkan dengan kedatangan Seo Jin.
"Selamat datang di restoran kami, Ini menu nya, silahkan." Aisya tetap bersikap ramah dalam melayani para pelanggannya,
"Kalian lihat? Bagaimana mungkin seorang gadis dengan penutup kepala yang aneh, dan juga seorang pelayan di restoran biasa seperti ini, bisa dekat dengan oppaku? Apalagi jika bukan karena ada sesuatu lain yang ia tawarkan pada Do Hyun oppa." Cibir Seo Jin
Teman teman Seo jin pun menertawakan Aisya,
Aisya menahan dirinya untuk tidak terpancing ucapan Seo Jin.
"Maaf, Anda ingin pesan apa? Kami memiliki beberapa menu spesial untuk hari ini," Aisya bersikap seolah tidak mendengarkan apa yang Seo Jin ucapkan.
Seo Jin tiba tiba berdiri dan..
'Plaakk'
Satu tamparan keras tepat mengenai pipi mulus Aisya, hingga meninggalkan bekas merah dan perih di pipinya,
"Apa tamparan itu, cukup untuk menyadarkanmu? Gadis aneh?" Ucap sinis Seo jin.
Kejadian itu menyita perhatian para pelanggan tak terkecuali si pemilik restoran, Ia bergegas menghampiri mereka.
"Ada apa ini?" Tanya Pemilik restoran.
"Apa kau manajernya?" Tanya Seo jin
Pemilik restoran itupun mengangguk,
"Asal anda tahu, Pelayan anda ini sangat payah! Dia tidak melayani kami dengan baik, tapi justru bersikap kurang ajar dengan menghina kami." Seo Jin menunjukkan senyum kecil di sudut bibirnya,
"Begitu? Jika begitu, maaf sudah membuat anda merasakan ketidaknyamanan disini, dan Maaf, Karena restoran ini tidak menerima pelanggan yang tidak memiliki rasa toleransi dan hormat pada karyawan kami!" Jawab tegas si pemilik restoran.
Raut wajah Seo Jin berubah setelah mendengar perkataan dari pemilik restoran,
Seo jin menghentakkan kakinya dan melangkah pergi dengan raut wajah kesalnya.
"Maaf pak," Aisya menundukkan pandangannya karena merasa bersalah.
"Tidak apa apa, Di negara ini memang ada saja orang yang menyebalkan, tapi tidak semuanya seperti itu,"
Aisya pun tersenyum tipis.
***
Hari menjelang malam,
Aisya diminta oleh pemilik restoran untuk mengantarkan makanan ke tempat Do Hyun, ia ingin menolak namun Aisya merasa tidak enak pada atasannya yang sudah membantunya saat menghadapi Seo jin.
'Ding Dong'
Aisya menekan bel rumah yang terletak di samping pintu gerbang, hingga menampakkan seseorang yang membuka pintu,
"Selamat sore," Sapa seorang pelayan
"Ah Iya, Selamat sore, Maaf saya hanya ingin mengantarkan makanan ini untuk Do Hyun, Aaa.. M-maksudku Tuan muda Kim," Terang Aisya
Pelayan itu pun meraih kantong berisi makanan tersebut,
"Terima kasih Nona," Ucapnya seraya membungkuk,
"Ah iya, Terima kasih kembali." Jawab Aisya sambil membungkuk,
Namun, Ketika Aisya hendak melangkah pergi,
"Tunggu!"
Terdengar suara dari arah belakang, Aisya pun memalingkan pandangannya ke arah suara, Ia melihat Do Hyun yang sudah berdiri di muka pintu gerbang.
"Kau masih berhutang padaku," Ucapnya
Aisya terheran heran,
"Maksudmu?" Tanya Aisya
"Kau masih terikat sebagai asistenku untuk 4 hari kedepan, kan?"
Aisya terdiam,
"Masuklah,"
"M-masuk? Kau menyuruhku untuk masuk ke dalam rumahmu?" Tanya Aisya Syok,
Do Hyun mengangguk,
"Wae?"
Aisya terlihat canggung,
"A-aku, Aku tidak mau." Aisya langsung menolak permintaan Do Hyun.
Do Hyun pun tersenyum tipis,
"Jangan berpikir yang tidak tidak! Aku hanya ingin, Kau mengenal keluargaku."
Aisya membulatkan matanya sempurna,
"U-untuk apa?"
Do Hyun tertawa,
"Tentu saja agar mereka bisa menjadikanmu asisten juga, Lumayan, setidaknya untuk 4 hari kedepan, Ibuku jadi tidak terlalu kerepotan untuk mengurus rumah,"
Raut wajah kesal Aisya terlihat jelas, namun itu malah membuat Do Hyun semakin menjadi untuk menggodanya.
"Ayo cepat! Dasar gadis manja," Titah Do Hyun,
Aisya pun dengan langkah pasrah mengikuti langkah Do Hyun, masuk ke dalam rumah.
Aisya melihat sekitar rumah Do Hyun yang luas, bersih dengan perabotan rumah tangga yang tertata apik.
Hingga, Mereka tiba di sebuah ruangan yang menampakkan sepasang manusia paruh baya tengah duduk di sofa ditemani secangkir teh hangat.
“Eomma, appa!” Panggil Do Hyun pada mereka.
Tatapan mata mereka pun beralih pada Do Hyun, Namun tak lama perhatian mereka teralihkan oleh sosok gadis yang berada di belakang Do Hyun.
Seorang gadis yang mengenakan atasan sweater rajut berwarna pink baby dan rok berwarna putih dengan hijab yang senada,
“Apa dia..?” Tanya Ibu Do Hyun yang langsung mendapatkan anggukan dari Do Hyun.
“Duduklah, Nak.”
Aisya duduk perlahan di samping Do Hyun
“Siapa namamu?”
“Aisya, Namaku Aisya.”
“Apa kau muslim?”
Dengan sedikit keraguan Aisya mengangguk,
‘Kenapa dia menanyakan itu? Apa yang sebenarnya yang akan terjadi?’
“Aisya, Mulai hari ini, Kau harus menjadi asisten rumah tangga disini, Kau harus melakukan semua perintah kami, apapun itu.”
“T-Tapi..”
“Tidak ada tapi, Kau harus menurut! Untuk tugas pertamamu, kau harus melepas penutup kepalamu itu!”
“Tidak!” Teriak Aisya sambil menutup telinganya dengan kedua tangannya.
“Aisya?” Panggil Do Hyun
Aisya pun tersadar jika semua itu hanya lamunannya, Ia memperhatikan sekitar dan tersenyum tipis,
“Ada apa?” Tanya Do Hyun
Aisya menggelengkan kepalanya,
“Tidak apa apa,”
'Bisa bisanya aku berpikir terlalu jauh, Ya Alloh.' Batin Aisya
Do Hyun pun tersenyum.
“Bagaimana menurut Appa?” Tanya Do Hyun