Aisya, Dia kembali?

1188 Kata
Setelah hampir satu jam Aisya mendapatkan pemeriksaan Dokter pun menjelaskan keadaan Aisya, “Jadi benar Aisya kehilangan ingatannya, dok?” Tanya Do Hyun Dokter pun mengangguk membenarkan apa yang mereka takutkan, “Apa bisa sembuh, Dok?” Tanya Fathan Dokter menghela nafas panjang, “Untuk kasus Nona Aisya, kemungkinannya tipis, Luka yang diakibatkan benturan itu cukup serius, Jadi kita hanya bisa menunggu reaksinya setelah beberapa bulan atau mungkin hingga beberapa tahun ke depan, karena memang tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi,” Pandangan mereka pun tertunduk mendengar penjelasan dari dokter, *** Do Hyun hendak melangkah masuk ke dalam ruangan Aisya, Namun Fathan mencegahnya, “Maaf, Tapi lebih baik anda pulang, karena Aisya adalah tanggung jawab kami,” Terang Fathan “Apa menurutmu akan pergi?” Do Hyun hendak melanjutkan langkahnya, Namun Fathan kembali menghalanginya, “Maaf, Lebih baik cukup sampai disini,” Do hyun mengerutkan dahinya, “Maksudmu?” Tanya heran Do Hyun Fathan tersenyum tipis menatap Do Hyun, “Saya tahu siapa Anda di masa lalu Aisya, dan Saya rasa batas anda cukup sampai disini,” Do Hyun menyunggingkan senyuman di sudut bibirnya, “Jangan menjadi penghalang, Karena kau tidak pernah tau apa yang terjadi di masa lalu kami, dan kenapa kami bisa berpisah begitu saja, Aku akan membantu Aisya mengingat kembali masa lalu kami yang indah,” Do Hyun pun melangkah melewati Fathan begitu saja, *** Dilain sisi, Ilham tengah menemani Aisya, “Gue gak nyangka ternyata lo bisa hilang ingatan, padahal kepala lo kan sekeras batu,” Ujar Ilham Plakk Aisya memukul lengan Ilham cukup keras, “Setdah, Sakit tau!” “Sebenernya Lo siapa sih? Koq gue bisa kenal makhluk kayak Lo?” Ucap kesal Aisya, Ilham mengulurkan tangannya, “Ya udah, Kita mulai kenalan aja lagi, Nama ku Ilham, Makhluk paling ganteng dan paling subhanalloh di dunia ini,” Aisya tertawa cukup keras mendengar ucapan Ilham, “Maksud Lo, kayak Worldwide Subhanallah?” Ilham ikut tertawa seraya memperhatikan Aisya dengan mata berbinar binar, “Gue seneng, Lo gapapa, Meskipun lo gak ngenalin gue lagi, tapi buat gue yang terpenting bukan masalah lo masih inget gue atau gak, Tapi Lo selamat dan masih hidup,” Tutur Ilham, “Wo.. wo.. Itu rayuan atau gombalan atau apa nih?” Ledek Aisya, Ekhem Terdengar suara deheman dari arah muka pintu, Ilham pun berdiri dari duduknya, “Kayaknya, Gue bakal nunggu Lo di luar,” Ilham hendak melangkah namun tangannya tertahan oleh pegangan Aisya, “Bisa gak lo nemenin gue?” Pinta Aisya, Ilham menatap Do hyun sekilas “Tapi…” “Plis!” Potong Aisya Ilham pun menganggukkan kepalanya, Ia kemudian berdiri agak jauh dari Aisya, Sedangkan Do Hyun melangkah mendekat ke arah Aisya, “Syukurlah, Kamu sudah sadar.” Ucap Do hyun yang kemudian duduk disamping Aisya, “Apa kau mengingatku?” Tanya Do Hyun Aisya menggelengkan kepalanya, “Maaf.” “Tidak apa, Bukan sepenuhnya kesalahanmu.” Do hyun mengeluarkan sesuatu dari kantong dalam jas miliknya, “Apa kau masih ingat ini?” Sebuah Foto dirinya dan Do hyun yang berada di sebuah taman yang indah, “Itu, Aku?” Do Hyun mengangguk pelan, “Iya, Itu benar.” Aisya menatap tajam Do Hyun, “Siapa kau sebenarnya?” Do hyun terdiam sesaat, “Aku.. adalah kekasihmu,” “Apa?” Mata Aisya membulat sempurna mendengar pengakuan Do Hyun, Ia kemudian menatap Ilham, Dan Ilham mengalihkan pandangannya ke arah lain, “B-Bagaimana mungkin? Aku seorang muslim dan memiliki seorang kekasih? Kekasih yang….” Aisya bertanya tanya “Berbeda denganmu,” Lanjut Do Hyun yang tersenyum tipis, Aisya kembali menatap Do Hyun, “Kau sedang menipuku kan?” Do Hyun menggelengkan kepalanya, “Aku bahkan mengenal sahabatmu, Kim Aera dan Arsyla,” Mendengar nama mereka disebut, Aisya menunjukkan reaksi, Ia memegang kepalanya “Aera, Arsyla?” Semua memori samar samar membayangi ingatannya, “Aww, Sakit.” Aisya memegangi kepalanya erat, Do Hyun dan Ilham pun panik, “Kau kenapa?” Tanya Do Hyun “Lo kenapa Sya?” Tanya Ilham, Ilham kemudian bergegas mencari dokter, Hingga ia menabrak Fathan yang hendak masuk, “Ham, Lo kenapa?” Tanya Fathan “Aisya, Dia menjerit kesakitan,” “apa?” Ilham berlari untuk menemui dokter, *** Selesai pemeriksaan, “Lebih baik biarkan Nona Aisya untuk beristirahat, jangan dipaksakan untuk mengingat sesuatu, itu bisa merusak syaraf otaknya menjadi permanen,” Terang Dokter, Mereka pun mengangguk, Aisya terlelap tidur setelah diberi obat tidur oleh dokter, “Tuan Kim, Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Fathan dengan tatapan mengintimidasi, “Aku hanya menceritakan yang sebenarnya tentang masa lalu kami, dan itu bereaksi padanya, Bukankah itu bagus?” “Bagus kau bilang? Kau hampir saja membunuhnya,” “Tapi itu tidak terjadi kan?” “Kau?” Fathan tersulut emosi dan hendak menarik baju Do Hyun, Namun Ilham mencegahnya “Jangan! Lo jangan nyari ribut di tempat umum kayak gini, apalagi ini negara orang,” Fathan menghela nafasnya kasar, “Sorry Mr Kim, But I think you better go.” Ilham membuka pintu, Do hyun tidak memiliki pilihan lain selain pergi untuk sementara agar tidak ada keributan, “Aku akan kembali dan menjemput Aisya, Karena aku masih menyimpan barang barang yang bisa membuat Aisya mengingatku,” Ujar Do Hyun Ia kemudian melangkah pergi, “Argh! Kesel gue, dia gak tau kalau Aisya tuh lagi sakit!” Ucap kesal Ilham, Fathan menghela nafasnya panjang, “Mendingan kita bawa Aisya segera pulang ke indo,” “Lo yakin? Tapi keadaan Aisya?” “Kita gak punya pilihan lain,” “gak,” Fathan kemudian menatap ke arah Ilham, “Maksud Lo?” “Kalau kita bawa pergi Aisya, Aisya akan tetep balik lagi kesini, Dia bakalan penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya, trus nyari tau soal Do Hyun, dan do hyun punya banyak hal yang bisa membuat posisinya kuat, Itu artinya kita bakalan tetep disalahkan,” “Trus? Lo mau biarin semua hal buruk terjadi sama Aisya? Lo mau Aisya ngerasain rasa sakit yang sama kayak beberapa bulan yang lalu?” “Mungkin gue gak bisa cegah hal itu, Tapi seenggaknya saat itu terjadi dia gak sendirian dan ada kita yang nemenin dia,” Fathan pun kehabisan kata kata, dan memilih untuk melangkah pergi keluar, Ilham menatap dalam Aisya yang tengah terbaring lemah, “Sorry, Sya.” Ucapnya pelan *** Di lain sisi, Do Hyun baru saja tiba di kediamannya, Ia disambut oleh senyuman hangat sang ibu, “Kenapa kau baru pulang?” Tanya Eomma, “Aku pergi ke rumah sakit dulu tadi,” “Memangnya siapa yang sakit?” “Aisya.. Aisya Zara,” Raut wajah Eomma pun berubah, “Aisya?” Do hyun pun mengangguk pelan, Ia kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya, dan meninggalkan Eomma yang tergugu, “Aisya, Dia kembali?” Gumamnya, Sang suami yang baru saja tiba pun menghampiri istrinya, “Ada apa? Kenapa kau melamun disini?” Eomma menatap suaminya dengan mata berkaca kaca, “Aisya, Dia kembali lagi.” Appa pun menghela nafasnya kasar, “Aku sudah mengetahuinya, Dan aku juga yang meminta Do hyun untuk menggantikanku di pertemuan tadi siang,” “Apa?” Eomma terkejut dengan pengakuan Appa, “T-tapi kenapa?”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN