Bab 12. Hinaan dari Ibu Mertua "Suami sakit kok malah keluyuran! Sama lelaki lain pula. Istri macam apa kamu!" Marisa menoleh mencari sumber suara bentakan itu. Matanya bersirobok dengan mata nyalang seorang perempuan paruh baya yang berpakaian model terbaru dengan rambut disanggul. Marisa melangkah mendekat dan mengulurkan tangan ingin memberi salam perempuan yang berdandan ala sosialita itu. "Ma, kapan datang?" sapa Marisa dengan santun. Namun, sopan santun Marisa tidak ada artinya. Perempuan paruh baya yang dia panggil Mama itu menepis tangan Marisa, "Tak perlu bersikap sok baik." "Ma!" tegur seorang lelaki dengan rambut sudah memutih seluruhnya yang berdiri agak jauh di belakang perempuan itu. Marisa menoleh lalu menghampiri lelaki itu. "Pa," sapanya. Kali ini tangannya tida

