“Semoga lekas sembuh, Robby,” ucap David sembari mengelus lembut kepala pasien terakhirnya hari itu. “Terima kasih, Dokter ganteng.,” balas anak berumur lima tuahun itu sambil tersenyum ke arah David. David tersenyum mendengar pujian dari anak yang sejak lahir sudah menjadi pasiennya itu. “Terima kasih banyak, Dokter. Kami permisi dulu.” “Sama-sama, Bu.” Pasien dan ibunya itu berjalan keluar dari dalam ruangan David bersama dengan Sonya yang membukakan pintu untuk mereka. David melihat jam yang ada di tangannya. Dengan cepat di bereskannya meja kerjanya dan mematikan komputernya. Setelah itu dilangkahkan kakinya keluar dari ruangan prakteknya. “Apakah masih ada pasien lagi?” tanya David sambil menutup pintu ruangannya begitu berada di luar. “Itu pasien terakhir kita hari ini, Dokte

