BAB 16 - INTEROGASI KARTO

1737 Kata

Tangan Bagas hampir saja menyentuh punggung Gendis, jemarinya hanya berjarak inci dari gulungan perkamen tua yang diselipkan gadis itu di balik kain pembersih. Gendis menahan napas, tubuhnya membeku, panik semakin mencengkeramnya, semuanya pasti akan terbongkar. Tiba-tiba, sebuah suara bariton yang dalam memecah keheningan, mengeras dan penuh wibawa. “Gusti Bagas.” Bagas tersentak kaget, tangannya segera ditarik mundur kemudian berbalik, raut wajahnya berubah dari penasaran menjadi datar, dingin, seolah tidak ada yang terjadi. Gendis tidak berani menoleh, tetapi dia tahu siapa pemilik suara itu. Itu suara Lik Karto, Abdi Dalem senior yang selalu memata-matainya di mana-mana. Karto berdiri di ambang pintu, punggungnya tegak lurus, pandangannya lurus ke arah Bagas. Namun, Gendis bisa m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN