Vincent ternyata membawaku ke sebuah kafe dengan nuansa santai, tapi juga cantik. Aku terpana dengan hiasan bunga lily di setiap meja. Furniture meja dan kursi yang digunakan juga kebanyakan dengan nuansa kayu yang indah. Dekorasi kebanyakan didominasi dengan warna-warna pastel. Aku menyukai kafe yang dipilih Viincent ini. "Kamu mau pesen apa?" Vincent memberikan satu buku menu yang diberikan waitress kepadaku. "Aku pilih ini aja. Pake topping banana dan cokelat. Kamu?" "Aku sama kayak kamu aja. Minumnya?" "Ice lemonade." "Oke. Aku juga sama." Vincent langsung mengembalikan buku menu itu ke waitress. "Kok kamu samaan terus. Jangan ngikutin aku terus dong," prostesku. "Yah selera kamu bagus. Makanya aku ikutin. Hahaha." "Dasar!" Aku geleng-geleng kepala melihat tingkah Vincent. Aku

