Ezra ikut bergabung di ruang tengah setelah makan, mereka sering berbicara untuk berkenalan lebih jauh. Apalagi dia belum banyak mengetahui tentang keluarga Aisyah, Ezra baru mengetahui jika Om Zulkarnain itu seorang guru di sebuah pesantren. Keluarga Aisyah begitu hangat menyambut Ezra, Zulkarnain memanggil Ezra agar duduk di sampingnya. Mereka mengobrol sembari minum teh hangat dan makan ringan yang di antarkan dari dapur. “Aisyah bilang, kalian bertemu di Seoul, apakah untuk pekerjaan?” tanya Zulkarnain. Ezra menggelengkan kepala, “Sebenarnya, bisa dibilang aku juga sedikit bekerja untuk mengatasi masalah-masalah kecil yang tidak bisa di tangani oleh orang di cabang perusahaan. Selain itu, aku memang pergi ke berbagai negara untuk mencari hal yang membuat diriku terasa kosong, atau b

