Abimanyu menaikkan satu alisnya, “He’s not perfect if he not muslim.” Aisyah tahu itu, ia sudah menyadarinya sejak awal ketika pertama kali sadar jika telah menyukai Ezra. Tetapi, entah kenapa perasaan Aisyah masih terus berujung kepada pria itu. “Kamu masih menyukainya?” tanya Abimanyu. Aisyah mengangguk pelan, ia tidak ingin menambah kebohongan hari ini. Toh, tidak ada alasan khusus untuk ia menutupi persaanny ayang mungkin juga akan terbongkar suatu hari nanti. Abimanyu memperhatikan adiknya, “Apa dia ada di Indonesia?” “Dia ada di Jepang, sedang mengurus pekerjaannya di sana.” Jawab Aisyah. Tiba-tiba Abimanyu seperti teringat sesuatu, “Ah, apa pria itu yang selalu berbicara denganmu?” “Iya, Kak.” Jawab Aisyah. Abimanyu mengambil napas panjang lalu menghembuskannya pelan. Ia

