Aisyah memasang alarm di ponselnya, ia naik ke kamar setelah Om dan Tantenya pulang. Waktu sudah menujukkan pukul sepuluh malam dan ia tidak sabar untuk memainkan ponsel ponsel. Aisyah memasang alarm pengingat untuk selalu menambahkan air ke dalam buras yang sedang di rebus. Jika tidak, buras itu tidak akan berhasil di masak dan malah menjadi hangus. Setiap satu jam ia harus mengeceknya, walaupun mengantuk. Aisyah tetap berhasil menjaganya hingga pagi. Ia ditemani Ezra yang juga sedang begadang karena mengerjakan pekerjaannya. Aisyah sedikit heran karena pria ittu terus bekerja, apakah memang tanggung jawab seorang pengusaha memang seperti itu? Mereka yang uangnya tetap mengalir walaupun hanya bengong tetapi saat ada kerjaan, harus mengerjakannya dengan mati-matian. … Aisyah dengan wa

