d u a p u l u h d u a

4278 Kata

Tanpa aba-aba, Selva langsung merangkul Windy saat melihatnya keluar dari kelas. Rupanya cewek berambut sebahu itu sudah menunggunya sedari tadi. Jika dulunya Selva akan duduk santai menunggu Windy di lobby, sekarang cewek bersudut mata seperti kucing itu agak berbeda. Ia menunggu di kursi panjang di depan kelas yang Windy hadiri.   Apalagi setelah Airin menceritakan kejadian yang membuat Windy patah hati. Kasihan sekali, patah hati tanpa adanya penolakan. Menyedihkan karena harus patah hati karena terlalu banyak berpikiran yang tidak-tidak.   Kendati semua terjadi karena Windy yang terlalu pesimis akan dirinya sendiri, Selva juga tak dapat meyakinkan Windy bahwasanya semua itu hanyalah salah paham. karena Bagus sendiri memang berperilaku aneh pada Windy. Dari apa yang Airin ceritakan,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN