d u a p u l u h t i g a

4507 Kata

Matahari sudah mulai menampakkan diri. Bias jingga mewarnai langit gelap pinggiran kota Jakarta di sabtu pagi. Aktivitas akhir pekan ibukota pun dimulai. Jalan tol Cipularang yang tadinya senggang kini mulai berisi namun tak padat.   Diam-diam Bagus melirik Windy yang rupanya menahan terpaan udara dari pendingin mobil SUV putihnya. Cewek itu duduk merapat ke arah pintu untuk menghindari udara yang keluar dari AC mobil. Agak menjauh dari Bagus. Tidak ingin angin sejuk itu membuat kontak langsung dengan kulitnya.   "Kenapa?" tanya Bagus pelan.   Suaranya sangat kecil dengan nada terendah sehingga hampir terdengar seperti bisikan. Tetapi karena suasana yang hening, Windy dapat mendengar pertanyaan itu dengan sangat jelas.   "Dingin," jawab Windy cepat. Cewek itu menghela napas. "Penge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN