Sayang boleh, tapi jangan terlalu possessif . . . 1 minggu kemudian Gaffa melihat kalender diponselnya, yang sepertinya sudah ia tandakan. Yang adalah Back Home, ini sudah saatnya ia harus kembali ke Indonesia. Melanjutkan sekolahnya seperti biasa. Tapi, nggak rela harus pergi jauh dari Zara. Pikirannya yang negatif pasti akan selalu muncul dari dalam pikirannya. Ceklek. Gaffa menoleh. "Hai, Zar." Sapa Gaffa tanpa semangat. Zara menghampiri Gaffa yang sedang bersandar. "Hari ini pulang?" Gaffa mengubah posisinya menjadi duduk dekat Zara. "Iya. Nggak mau pulang sebenernya. Nanti jarang ketemu lo nya." "Kita bisa ketemu lagi kok. Gue bakalan kuliah di Indonesia. Terus, kita bisa kuliah sama-sama." Mata Gaffa berbinar. "Bener?" Zara pun mengangguk. "Tapi tetep aja, selama seta

