Sayang boleh, tapi jangan terlalu possessif . . . Indonesia. Gaffa telah sampai di tempat kelahirannya. Ia langsung menaiki taksi untuk pulang kerumah, bukan ke rumah Vito lagi. Dan sepertinya, ia harus melanjutkan kerja dibengkel untuk mengganti uang Vito yang ia terima kemarin. Setibanya Gaffa di pekarangan rumahnya, seorang pria baruh baya datang. "Ada yang bisa saya bantu?" Gaffa mengerutkan keningnya. "Orang baru, ya? Saya tinggal disini." Pria itu lansung mengangguk dan menunduk. "Oh, maaf, Den. Silahkan." Gaffa langsung berjalan melewati pria paruh baya itu. Menggeret kopernya dengan tangan kanan yang terbalut gelang perjanjian dengan Zara. Sistem pintu rumah Gaffa akan otomatis terbuka saat anggota rumah datang. Kecuali kalau bukan anggota rumah, pintunya tidak akan terb

