Sayang boleh, tapi jangan terlalu possesif . . . Hari yang ditunggu-tunggu Zara dan Gaffa akhirnya datang, Zara memakai gaun pengantin putih yang bercorak begitu indah. Suara piano yang mengalun indah mengiringi langkah Zara menuju Gaffa yang sudah lebih dulu sampai disana. Suasananya benar-benar berbeda, semua bersorak senang melihat kedua pengantin ini. Zara gugup, benar-benar gugup, polesan make up yang ia pakai membuatnya terlihat sangat berbeda dari biasanya, satu kata yaitu cantik. Hari dimana Zara telah resmi menjadi istri sah dari Gaffa setelah tadi ijob qobul. "Liat tuh si Gaffa, ngelirik-lirik terus, nggak sabar kayaknya kamu sampe sana," Bisik Ayahnya. "Ih Papa, bisa aja. Zara nervous nih." Zara tersipu malu, dan langsung duduk disebelah Gaffa. Jantungnya kali ini bena

