Sayang boleh, tapi jangan terlalu possesif . . . Pagi-pagi buta terdengar Zara sedang membuka pintu kulkas, sepertinya ia lapar, sekarang masih pukul 3 pagi, ia harus segera tidur kembali karena pukul 10 nanti akan ada acara keluarga besar dari Gaffa dan Zara. Tapi bagaimana mau tidur kalau perutnya masih keroncongan seperti ini. Gaffa menggeliat dan membuka matanya secara perlahan-lahan, "Sayang? Kamu lagi ngapain sih?" Zara terkejut, "Ih, ngagetin aja. Laper aku," Ucapnya seraya merogoh-rogoh. Gaffa membuka selimutnya dan menghampiri Zara, memeluknya dari belakang. "Kan tadi udah makan daging, kenapa masih laper?" Gaffa mengecup leher jenjang Zara, lalu naik kedaun telinganya. Zara mengerang nikmat, "Gaf," Panggilnya. "Apa sayang?" Gaffa masih terus membuat jejak dileher Zara.

