Sayang boleh, tapi jangan terlalu possesif . . . Seiring berjalan waktu, Zara semakin sibuk dengan tugas-tugas dan praktek yang ia jalani saat ini. Hingga sampai susah bertemu Gaffa dan susah juga membuat beberapa alasan agar Gaffa tidak mengetahui itu. Tapi, segala sesuatu yang ditutup-tutupi, akan ketahuan juga. "Zar, bisa tolong pegangin tas gue nggak? Gue mau ambil barang-barang gue di ruang yang tadi." Ucap Julia teman Zara. "Oke, gue bawa ke depan ya." "Sip." Jawab Julia sambil mengacungkan jempolnya. Zara duduk di kursi panjang yang terpasang di setiap sudut kampus, ia memandangi ponselnya yang tanpa notifikasi dari Gaffa, Zara tidak tahu kenapa Gaffa begitu, ia sudah mencoba menghubungi Gaffa, namun sama sekali nihil, nggak ada jawaban dari Gaffa. Itu membuat hati Zara res

