Sayang boleh, tapi jangan terlalu possesif . . . Waktunya aku percepat ya, mau the end nih sebentar lagi Zara benar-benar hilang respect saat Gaffa mengatakan kata-kata menohok seperti seminggu yang lalu. Marah, kesal, bahkan hingga sampai tidak peduli, Gaffa menelpon sampai lebih dari 30 kali tapi tidak Zara angkat. Pesan Gaffa yang terus-menerus masuk, benar-benar tidak Zara lihat. Hari-hari terus berjalan seperti biasa. Ujian Nasional kali ini membuat Zara malas, tapi apalah daya, itu semua harus ia hadapi. "Zara!" Panggil Mega. "Hm?" Respon Zara kali ini agak malas. Wajah Zara juga tak seceria kemarin. "Lu kenapa sih? Berantem lagi?" Tanya Mega sambil menatap Zara yang sedang bermain ponselnya. "Nggak." Jawabnya singkat. "Terus?" Zara tidak menjawab, ia sangat malas membahas

