Sayang boleh, tapi jangan terlalu possesif . . . Zara masih enggan turun dari tempat tidurnya. Masih merasakan sakit pada hatinya saat mengatakan kata putus pada Gaffa. Suara Gaffa saat berteriak masih terngiang-ngiang dalam otaknya. Ucapannya seakan-akan benar-benar tulus. Besok adalah hari terakhir Zara bersekolah disini, karena lusa ia akan berangkat. Berat rasanya untuk meninggalkan Gaffa, Rachel dan Bulan. Tapi karena mungkin takdir seperti ini, Zara berusaha ikhlas. Gemuruh hujan dan petir berbunyi disaat kala seperti ini. Membuat Zara semakin merasakan kesedihan, mengingat saat dulu Gaffa pernah terjebak dirumahnya. Orang tua Zara tidak ada saat itu, mereka bahkan bercanda tawa bersama. Inilah yang Zara rasakan sekarang. "Masak mie dong, Zar." "Ah nggak mau ah, gue maunya

