Sayang boleh, tapi jangan terlalu possesif . . . Zara mulai beraktivitas lagi seperti biasa, hari-harinya berjalan mulus dan indah semenjak ia kembali ke sini. Gaffa juga menjadi rutin setiap hari mengantar dan menjemput, senang kali bisa setiap hari bertemu Zara lagi. Ya walaupun bedanya kini mereka beda sekolah. "Zara!!! Udah ditunggu tuh sama Gaffa, kenapa sih lama melulu?" Teriak Farah yang sedang bersiap untuk berangkat kerja. Gaffa yang sedang menunggu duduk disofa terkekeh pelan. "Nggak papa, Tante. Ini masih jam 6 kurang 5 menit kok." "Nggak bisa dia kalau dibiasain lelet terus, capek Tante nya." "Nanti Gaffa ajarin cepet deh," Gaffa terkekeh lagi. "Nah bagus itu. Ini baru calon mantu Tante, ehiya sekarang panggilnya Mama aja, biar akrab gitu." "Iya, Tan- eh, Ma." Gaffa t

