Sayang boleh, tapi jangan terlalu possesif . . . Musim hujan kini telah datang. Zara kemana-mana harus membawa payung serta jaket. Kali ini, ia tidak dijemput Gaffa, karena Gaffa sedang sakit atau bisa dibilang demam. Zara pergi sekolah diantar ayahnya sekalian berangkat kerja. "Pa, tumben diem aja." Tegur Zara. Anjas menoleh. "Kenapa emangnya?" "Enggak. Tumben aja." "Kamu tahu?, kenapa kita pindah lagi kesini? Dan kenapa Papa nggak beli rumah mewah seperti tempat kita sebelumnya?" Tiba-tiba saja Anjas membuka pembicaraan dengan topik yang serius. Zara menggeleng, lalu menatap Anjas dengan serius. "Nggak. Kenapa, Pa?" "Cuma nanya kok Papa. Nggak pengen ngasih tahu." Jawab Anjas diakhiri dengan tersenyum. Zara berdecak kesal. "Ah Papa. Kirain mau ngasih tahu. Buruan, Pa. Nanti te

