31. [Sabar Ini Cobaan]

1117 Kata

Sayang boleh, tapi jangan terlalu posessif . . . Sinar matahari memasukki jendela kamar Gaffa. Keadaan kamar yang berantakan tidak membuat Gaffa tidak tertidur nyenyak. Gaffa masih dalam keadaan tengkurap, menikmati nyamannya tidur dengan ruangan yang dingin. Harum semerbak masakan sang Mama, membuat Gaffa membuka matanya. Lalu, ia pun turun untuk melihat Jazmin didapur. "Masak, Ma?" Tanya Gaffa seraya menuruni anak tangga. Jazmin menoleh. "Eh? Udah bangun kamu, kenapa nggak mandi? Ini udah jam berapa, Gaffa. Kamu harus sekolah." Ucap Jazmin seraya memasak. "Baru juga jam 6, masak apa sih? Wangi amat." "Nasi goreng, buat Papa. Kamu mau sayang?" "Nggak deh. Keatas dulu ya, Ma." Ucap Gaffa, dan mendapat anggukan dari Jazmin. Saat Gaffa memasukki kamarnya, ponselnya berdering.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN