"Terus aku harus gimana dong Kak Aya?" Badai kini memainkan jemari mungil milik Radisty. Putri kecilnya Kak Aya yang sudah dua bulan ini terlahir ke dunia. Dia bingung menghadapi kecemburuan Embun. Sejak kemarin istrinya itu mendiamkannya. Dan itu membuat Badai tidak jenak. "Kamu sih terlalu tebar pesona sama cewek-cewek. Udah gak usah banyak senyum. Kamu tahu sendiri lihat wajah kamu aja mereka langsung ngekorin kamu eh kamu kasih senyum." Badai menatap kakaknya yang kini tengah mengganti popok Radisty. Dia memang ke rumah Cahaya setelah pulang kerja. Masih takut untuk pulang ke rumah. Dia tidak bisa merayu Embun, dan juga tidak mau berdebat dengan Embun. Istrinya itu masih sensitif. "Lah senyum kan pahala. Apa salah Badai coba punya wajah kayak gini. Masa ya Badai har

