Embun mengamati Badai yang kini tampak serampangan itu. Mengepulkan asap rokok ke udara lalu memainkan rambutnya yang tidak dikuncir dengan karet. Ingin rasanya dia mengambil gunting rambut dan memangkas rambut Badai itu. Sungguh, kenapa pria itu selalu berpenampilan seperti bad boy begitu. "Kenapa masih menunggu di sini? Aku kan sudah bilang kamu tidak perlu menjemputku sore ini. Aku mau membeli perlengkapan klinik dulu." Badai kini membuang rokoknya ke tanah dan menginjaknya. Lalu menatapnya. "Ada seseorang yang akan menemuimu kalau aku tidak menjemputmu sekarang. Tadi Wanda dan Iwan bertengkar di rumah. Sebenarnya mereka itu sudah menikah belum sih?" Ucapan Badai membuat Embun mengernyitkan keningnya. Dia pening memikirkan Wanda dan Iwan saat ini. Embun melangkah ke ar

