Badai baru saja menyelesaikan lari paginya mengelilingi lapangan bola yang ada di kompleks perumahan Embun. Sudah menjadi rutinitasnya harus melakukan olahraga itu untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Satu Minggu lagi cutinya sudah habis dan dia akan kembali ke timnya. Badai terengah-engah dan mengatur nafasnya. Setelah memaksa Embun pagi ini untuk menemaninya. Badai kini melihat Embun yang duduk di atas rumput dengan buku di pangkuannya. "Mbun, air dong." Badai kini berdiri di depan Embun sehingga membuat wanita itu mendongak dan menyipitkan matanya. "Memangnya kamu bawa air?" Badai melihat Embun kini celingukan ke kanan dan ke kiri. Lalu kembali menatapnya. "Lah tadi kan aku suruh kamu yang bawa." Embun malah memberengut. Lalu beranjak berdiri. Dan membersihk

