"Nduuuut." "Bumilll" "Hello jeleeeekk" Embun menggelengkan kepalanya mendengar panggilan Badai kepadanya. Dia baru saja selesai mandi saat Badai masuk ke dalam kamar. Masih berbalut handuk dan rambutnya masih basah. "Apa sih teriak-teriak Kayak di hutan? Malu sama papa dan Mama." Embun melihat Badai langsung menyeringai dan melangkah mendekatinya. Tapi Embun segera melangkah ke arah lemari baju yang ada di sebelah ranjang. "Jangan mendekat. Kamu pasti bau." Embun memberi peringatan kepada Badai yang menghentikan langkahnya dan kini mulai mencium bajunya. Badai memang baru saja pulang dari kerjanya. Semalam setelah membuat Embun tersipu-sipu malu pria itu makin suka menggodanya. "Enggak ah. Orang aku tadi di kantor udah mandi kok. Masa ya bau?" Badai kemb

