Selamat tinggal Athalla

2231 Kata

Selamat membaca~ - Matahari terbit dengan sinar yang terik. Pemilik kamar mulai terusik sesaat setelah gorden brown yang menghalangi sinar matahari itu dibuka lebar-lebar. Allana, mengeliatkan badannya diatas kasur. Mencari posisi nyaman untuknya, sebelum akhirnya sepenuhnya tersadar dari alam mimpinya. "Kamu ngga tidur?" Tanya Afifah pada anaknya saat melihat kedua mata Allana bengkak. Allana langsung menunduk, menghindari kontak mata langsung dengan Mamanya itu. Afifah duduk tepat di ujung ranjang milik Allana. Menepuk pelan pundak Allana, seolah ia tahu apa yang dirasakan anaknya itu. "Mama tahu, tapi jangan dijadikan sebagai trauma ya nak." Lirih Afifah dengan menepuk seraya mengusap lembut bahu anaknya itu. Allana mengangguk samar. Mengingat kejadian semalam, semakin membuatny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN