“Ada apa, Ibu? Kenapa suara Ibu terdengar cemas di telpon tadi?” tanya Bram saat tiba di mansion keluarga Bachtiar bareng Clarinta dan menemui Sasikirana yang tampak duduk termangu di bangku panjang yang ada di kebun bunga miliknya. Perempuan tua itu memang suka sekali menghabiskan waktunya berlama-lama di kebun bunganya itu, selain merawat bunga-bunga kesukaannya, Sasikirana juga sering menikmati tea time—minum teh hangat ditemani kudapan ringan—di sore hari seperti hari ini. “Bram! Kamu sudah pulang?” Laki-laki itu mengangguk dan duduk di bangku yang lain di depan meja bundar yang terbuat dari baja hitam di sebelah kanan sang ibu, sementara Clarinta duduk di sisi kiri ibunya. “Kamu mau minum teh? Ibu buatkan, ya?” Bram segera mencegah tangan sang ibu saat perempuan tua itu hendak men

