"Ivana? Siapa, sih Ivana itu?” batin Clarinta penasaran sambil mengambil kudapan ringan dan menaruhnya di baki kayu bersamaan dengan cangkir-cangkir yang berisi teh hangat yang akan disajikan untuk tamu mereka sore ini. “Ghaffar bilang kalau semua orang di rumah ini tahu siapa itu Ivana! Apa Ivana dulu tinggal di rumah ini juga? Aduuh aku kok jadi kepo banget! Pengin tahu ada rahasia apa, sih yang berhubungan sama Ivana?” batinnya lagi sambil berjalan memasuki ruang keluarga dengan membawa baki kayu yang berisi cangkir dan kudapan ringan. “Nah! Itu dia Clarinta datang! Sini, Sayang!” ucap Sasikirana sambil melambaikan tangan ke arah menantu barunya, “bawa sini cangkirnya, taruh di atas meja ini!” Clarinta menurut dan perlahan meletakkan cangkir-cangkir berisi teh hangat itu di atas meja

