Pagi itu, ketiga anggota keluarga Bachtiar menikmati sarapan pagi tanpa kehadiran Clarinta. Sementara di luar, di area kolam renang, gadis itu masih terbuai dengan tariannya dengan musik yang menghentak. Setelah selesai sarapan pagi, Nabilla bergegas menghampiri sang kakak ipar yang masih asyik menari. "Kay!" Gadis itu segera menghentikan tariannya, begitu mendengar suara sang adik ipar yang berteriak memanggil namanya. Dimatikan mini compo yang ada di atas meja bundar dengan nafas terengah-engah dan memburu, peluh semakin deras mengalir di sekujur tubuh dan wajah. "Aku suka gaya menarimu!” ucap Nabilla sambil memberikan sebotol air putih dingin padanya. "Terima kasih!" Clarinta menyambar botol air putih itu dari tangan si adik ipar dan meminumnya sampai habis lalu disekanya kerin

