"Siapa Sheryl? kenapa dia disuruh ke Apartemen?" hati Kanaya terus bertanya-tanya sepanjang perjalanan mereka menuju Apartemen. Seperti yang dikatakan oleh Ethan, semua orang memang sudah pergi dari hotel. Ethan yang sejak tadi diam fokus menyetir mobil mewahnya. "Kita gak pulang dulu, aku kan perlu mengambil barang-barang ku," ujar Kanaya pada pria yang memasang wajah datar di sampingnya itu. "Nanti Asistenku yang mengurus itu semua," jawab Ethan datar. "Ta-pi kenapa kita harus tinggal di Apartemen?" tanya Kanaya. Ethan yang tadi memasang wajah dingin seketika tertawa. "Kenapa? kau menyesal karena tidak bisa tinggal di rumah mewah kami," Ethan kini tertawa terbahak-bahak. Kanaya menarik nafas, ia tak berniat mencari gara-gara dengan Ethan. Ia memalingkan wajahnya meliha

