Brak ... Tubuh mungil Kanaya terhempas ke lantai. "Sa-kit," lirihnya. Ethan masih mengatur nafasnya. "Se-kali lagi kau menyentuh tubuhku, aku akan membunuhmu!" ucap Ethan dingin. Matanya memerah dan tangannya mengepal kuat, Kanaya bahkan dapat melihat dengan jelas urat-urat di tangan Ethan menonjol sempurna. Ethan yang tak kuasa menahan dirinya karena hasrat liar dalam dirinya yang tiba-tiba terpancing hanya dengan pelukan dari Kanaya memutuskan untuk menenangkan diri ke kamar mandi. Pria itu masuk ke kamar mandi dengan membanting keras pintu kamar mandi. Brak ... Kanaya yang masih tergeletak di lantai sampai kaget, ia pun berusaha untuk berdiri. Lagi-lagi ia berusaha menahan air mata yang akan berlinang di pipinya. "Aku harus kuat, bagaimana pun caranya aku harus tidur

