*POV JINAN* Sore hari tiba-tiba hujan turun sangat deras. Menunggu Luthfi datang menjemput, aku memasuki sebuah kafe yang terletak di ujung jalan tak jauh dari gerbang kampus. Aku berhati-hati karena lantainya cukup licin bekas percikan air hujan. Setelah mengeringkan sol sepatu, aku menuju ke bagian pesan minuman. Memilih cokelat panas sebagai penghangat tubuhku yang sedikit lembab, karena payung yang kugunakan tidak melindungi tubuhku dengan sempurna. Pramuniga yang menjaga bagian kasir meminta menunggu di salah satu kursi pengunjung, karena pesananku sedang dibuat dan memakan waktu agak lama. Aku menurut, memilih kursi paling dekat dengan jendela kaca yang langsung menghadap jalan raya. Beberapa menit kemudian seseorang mendekati mejaku. "Ini pesanannya, Kak," ujar seorang laki-laki m

