“Apa ini?” Binar menoleh ketika Langit masuk ke dalam kamarnya sambil membawa sebuah boneka yang sengaja dia tinggalkan di kamar Langit. Lucunya, Langit membawa boneka itu dengan kening bertaut dan ekspresi yang sangat langka. Menurut Binar, itu benar-benar menggelitik hatinya. “Kau tidak tahu apa itu?” Binar bertanya balik dan bukannya langsung nenjawab. Dia tahu Langit bertanya apa maksud Binar meninggalkan boneka yang cukup besar itu di kamar Langit yang bernuansa sangat maskulin. “Itu boneka. Boneka yang aku sulap dengan sempurna. Kau tidak lihat ada wajahku juga di sana?” “Iya. Aku tahu ini adalah boneka tetapi kenapa ada di kamarku?” tanyanya sembari menatap fokus pada wajahku yang tercetak pada bagian kepala boneka berwarna hijau itu. “Kenapa juga kamu menempelkan wajahmu di sin

