“Tiba-tiba ingin memberi kejutan untuk Ibumu. Kenapa?” tanya Gibran Rinanjala lagi. “Ulang tahun Ibumu sudah lewat juga, bukan?” Mereka berdua sibuk meniup balon. Binar ingin agar ayahnya sendiri yang meniup balon-balon huruf itu dan menolak semua tawaran bantuan dari para pengawalnya. Sementara itu dia juga meminta tolong kepada Tuan Q dan juga Langit agar mereka berdua menjauhkan ibunya dari ruang kerja ayahnya selama mungkin. Dia jelas sangat berambisi agar kejutannya berhasil. “Ibu sudah berhasil membangun bisnisnya sendiri dan aku belum pernah memberi selamat secara resmi tentang itu.” Binar memberi alasan. “Lagipula Ibu sudah sangat berjuang untuk sembuh dan akhirnya berhasil bangkit. Bahkan sekarang Ibu sudah tidak gelisah lagi jika berada di sebuah ruangan gelap seorang diri. Nah

