Binar menatap satu per satu orang di dalam istananya, dia sudah mengetahui apa yang akan terjadi dan karena itu dia menjadi sangat waspada. Dia terus memperhatikan sekitarnya meskipun upacara pernikahan dilangsungkan dan Langit tetap sama, laki-laki itu sepertinya tidak mengingat apapun dan menikahinya dengan tujuan tertentu. Hah, ini tidak bagus. “Lihat wajahnya,” lirih Binar ketika dia melihat Selaras Diana yang sedang tersenyum dengan maksud tertentu. Ibu tirinya itu sudah memiliki kepribadian yang penuh dengan kelicikan sejak lama sehingga bukannya tersenyum sepanjang acara, Binar sibuk mengumpati orang-orang yang menyebabkan kesalahpaman yang terjadi diantara dia dan Langit. “Mereka pasti sangat senang karena sebentar lagi aku akan mati. Tetapi memangnya tidak ada yang bisa aku lakuk

