Langit malam yang dipenuhi dengan bintang memang selalu menarik perhatian. Tidak semua orang menyukai kegelapan dan karena itulah titik-titik yang berkilauan itu membantu mengalihkan ketakutan beberapa orang, termasuk Binar Rinanjala Gisa. “Apa yang kamu lakukan di sini?” Suara Langit membuat Binar langsung menolehkan kepalanya. Beda dengan Binar yang langsung menyapa laki-laki itu dengan ceria, Langit hanya diam dan tetap memandangi Binar dari belakang. “Ini sudah hampir tengah malam, bukankah kamu harus masuk dan tidur? Semua orang mengkhawatirkan kondisi kamu.” “Semua orang kecuali kau?” ledek Binar. Dia kini membalikkan badan sepenuhnya, menatap Langit dengan senyum kecil di bibirnya. “Kau sama sekali tidak khawatir padaku?” “Bagaimana mungkin?” Langit mendengus. Dia mengalihkan tat

