Malam turun perlahan, menyelimuti kota dengan cahaya lampu yang berpendar samar. Di ruang kerja pribadinya, Marcel berdiri di depan jendela tinggi. Segelas whisky berada di tangannya, namun tidak disentuh sejak tadi. Tatapannya kosong, tapi pikirannya penuh. Suara Metia masih terngiang di telinganya, bahwa wanita yang bernama Shintia, yang tak lain adalah Mamanya, di duga masih hidup. Dan di sisi lain ucapan Dadynya siang tadi kembali berputar. “Lindungi keluarga ini … dengan cara apa pun. Menikahi Rasty akan menuntun kita bertemu kembali Shinta. Kau aktor hebat bukan?" ucap Dady tadi siang di ruang rawatnya. Marcel memejamkan matanya sejenak lalu menghela napas dalam. "Baiklah, aku akan menuruti semuanya agar bisa mengetahui apa sebenarnya rahasia besar keluarga Lion," batin Marcel

