Hujan masih mengguyur pelan ketika malam mulai merambat turun, menyelimuti rumah sakit dengan suasana dingin yang menusuk. Di dalam ruang rawat khusus, Tuan Lion terbaring lemah. Mesin monitor berdetak pelan, seolah menjadi satu-satunya penanda bahwa hidup masih bertahan di tubuh pria tua itu. Marcel berdiri di dekat jendela. Diam dan menatap jauh keluar jendela. Matanya memang menatap keluar, namun pikirannya jelas tidak berada di sana. “Bara lekaslah kemari!” panggilnya tanpa menoleh. "Iya Tuan, ada yang bisa say bantu?" “Asal racun itu … segera temukan dan jangan sampai ada yang tahu jika kita menelurusi kasus ini," ucap Marcel tanpa menoleh ke asistennya. Bara yang berdiri di belakang langsung menunduk hormat. “Jadi maksud Taun ini bukan resmi aksi bunuh diri?" tanya Bara pe

