Hujan belum juga reda saat mobil hitam mewah milik Lion grup melaju kencang membelah jalanan kota. Di dalamnya, Marcel Lion sedang duduk diam dengan mata terpejam. Namun bukan berarti dirinya kini tenang, karena sebenarnya pikiran pemuda itu justru sedang sangat berisik dan kacau. Otak yang dipenuhi potongan masa lalu yang selama ini ia kubur dalam-dalam kini harus di tuntaskan dengan keputusan yang berani. "Suara … tawa …serta senyum manis terakhir Alma di dalam mobil, sebelum dia memilih menjatuhkan mobilnya ke dalam jurang. Serta satu kalimat yang terus terngiang hingga kini. Aku membencimu, Marcel. Aku sangat membencimu, monster egois," batin Marcel. Itulah kata-kata terbanyak yang selalu Alma ucapkan. Meski Marcel tidak menyukai menatap mata Alma yang menatapnya penuh dengan amarah

