"Kalian pikir kalian jenius bisa mengkhianatiku lalu hidup bebas diluaran sana? Jangan bermimpi Alma, Erik. Kalian sedang menggali kuburan kalian sendiri," gumam Marcel kesal. "Bagaimana dengan Erik, Tuan?" "Sudah ku bilang tadi, jangan bunuh dia. Aku ingin dia tetap hidup untuk melihat bagaimana aku akan merantai Alma di tempat tidurku, telanjang, dan menyuntikkan obat penenang setiap hari agar dia tidak bisa lagi membedakan antara mimpi dan kenyataan." Marcel berjalan meninggalkan rumah sakit itu dengan aura yang lebih gelap dari sebelumnya. Ia telah kehilangan semua sandera fisiknya, namun ia baru saja mendapatkan motivasi baru untuk menghancurkan segalanya demi satu tujuan. Menjadikan Alma kembali menjadi bonekanya, meski ia harus membakar seluruh dunia untuk mencapainya. "Kau me

