Marcel duduk di tepi ranjang, membiarkan Alma mengambil alih kendali, sesuatu yang sangat jarang terjadi. Alma berlutut di depan Marcel, jemarinya meraba paha pria itu dengan gerakan menggoda yang membuat Marcel mengerang rendah. "Kau sangat nakal malam ini, Sayang," geram Marcel. Alma mendongak, matanya berkilat penuh muslihat yang dikira Marcel adalah gairah. Ia membebaskan kejantanan Marcel yang sudah menegang luar biasa, yang mendesak, simbol d******i yang selama ini ia benci, namun malam ini ia perlakukan seperti barang paling berharga. Alma menggunakan lidah dan bibirnya dengan keahlian yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya. Ia ingin Marcel merasa begitu puas, begitu terbuai, hingga kewaspadaannya hilang sepenuhnya. Setiap desahan Marcel adalah tanda bahwa rencananya berh

