Dara memegang erat selang yang ada ditangannya dan menyiram tanaman Ibu, matanya mengerjap-ngerjap bingung karena ia sangat mengenal mobil yang baru saja parkir didepan rumahnya, lalu si pemilik mobil turun dengan Cetta digendongannya. Yup benar! Itu adalah Hariz. "Assalamualaikum" sapa Hariz di depan pagar. Dara kelabakan. Niat hati mau membantu mbok Narsih menyiram tanaman di sabtu paginya, rencana itu buyar ketika melihat Hariz berdiri didepan pagarnya dengan senyum tanpa rasa berdosa sambil menggendong Cetta yang sedang melambai-lambai sambil memanggil namanya. Gadis itu melirik tampilannya. Benar-benar tidak jelas. Ia masih mengenakan satu set piyama lengan panjang dan kepala yang ditutupi hijab instan berwarna hitam. Iya bahkan baru cuci muka dan sikat gigi, belum mandi

