Dua bulan berlalu sejak Rendra menerima uang dari Haji Makmur. Dia membeli sepeda motor matic bekas, lumayan untuk menunjang pekerjaannya di lapangan. Setiap kali menerjang angin dia membatin. Betapa menyedihkan hidupnya. Sayangnya terkadang lelaki itu masih tidak sadar diri. Selalu saja menyalahkan keadaannya pada Rahayu. Perempuan itu sekarang pasti lagi enak-enakan tertawa di atas penderitannnya. Sudah tentu, karena nomor telepon Narendra pun di blokir. Bahkan berkali-kali datang ke kampung gerbangnya tidak pernah dibuka. Dasar sombong, umpat Narendra kala dia tidak diizinkan masuk. Suatu hari, entah mendapat kabar darimana Narendra menghadiri acara tujuh bulanan Rahayu. Jauh-jauh dari kota Bandung dengan sepeda motornya, lelaki itu antusias membawa kado peralatan bayi. Hasil dari j

