Tawa Rahayu berderai. Perut buncitnya sampai sakit pipinya pegal. Lilis dan Rahmadi yang hari ini datang membawa gurame bakar pesanan Rahayu saling pandang. Tadi ketika mereka sedang makan siang Rahayu meninggalkan meja makan karena menerima telepon. Rahmadi sempat curiga karena tidak biasanya perempuan itu menerima telepon menghindar dari dirinya. “Sudah dulu ya, Bu. Yayu mau lanjut makan, Assalamualaikum.” Setelah mendapat jawaban Rahayu menutup telepon. “Siapa?” tanya Rahmadi. “Kepo,” cibir Rahayu, bibirnya mengerucut. Wanita hamil itu melanjutkan kembali makan, menikmati aroma lezat yang menguar dari hidangan di depannya. “Aa gak akan lengah lagi, Yu. Kejadian yang menimpa kamu sekarang ini jadi tamparan buat Aa. Jangan sampai kamu terluka lagi. Siapa yang berani menyakiti Adik per

