51

1499 Kata

“Aku merindukanmu, Honey.” Sudah lama sekali Narendra ingin memanggil Rahayu dengan panggilan itu. Dia berharap selamanya bisa memanggilnya begitu. Jika diberi kesempatan. Narendra mendekap erat tubuh Rahayu, keduanya terhanyut. Narendra enggan melepas pelukan itu hingga Azzam menangis kencang membuat pelukan terurai. “Maaf,” bisik Narendra.”Aku tidak sanggup menahan diri.” “Jangan lakukan itu lagi. Kita ini bukan mahram sekarang, tidak ada ikatan lagi yang membenarkan untuk kita bersentuhan satu sama lain.” Kemudian Rahayu pergi meninggalkan lelaki itu mematung bersama anak perempuannya. Diiringi isak tangis, keluarga haji Makmur akhirnya meninggalkan kediaman dan bertolak menuju ibu kota. Lalu lusa mereka berangkat ke tanah suci untuk melakukan ibadah umroh. “Ayah pamit dulu, kamu j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN