50

1134 Kata

Menjenlang magrib, dengan berat hati Narendra pamit kepada Azzura dan Azzam. Kata Ipah, Rahayu biasanya pulang pukul lima. Dan ini sudah lebih dari setengah jam. Narendra menduga mantan istrinya itu sengaja pulang telat menghindar untuk bertemu dengannya. “Pak, masih ada tiga hari lagi jatah cuti saya, masih bolehkah saya bermain di sini?” tanya Rendra Haji makmur tersenyum, “Boleh saja, sampai besok saya bisa bantu kamu. Tapi lusa mungkin, kamu harus minta Izin sendiri pada ibunya anak-anak. O iya doakan bapak, lusa mau pergi umroh, sama Lilis dan Rahmadi.” “Semoga lancar, ya, Pak. Kenapa Yayu gak ikut?” “Maunya Bapak begitu, biar dia bisa menenangkan pikiran dengan ibadah. Tapi katanya anak-anak masih kecil. Sebagai gantinya nanti kalau kami sudah pulang dia berangkat sendiri, jadi L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN