Gerbang besi setinggi dua kali lipat tinggi tubuhnya Narendra dorong perlahan, anggukan penjaga keamanan menyambut kedatangan lelaki itu. Narendra menginap di sebuah Wisma, tempatnya berada di kawasan wisata pemandian Air panas, Cipanas Garut. Narendra ingin marah dengan apa yang baru saja terjadi di rumah mantan istrinya. Dia beristighfar, Mungkin ini adalah apa yang telah dia tanam. Memetiknya dengan penuh kesabaran meski rasanya teramat sakit. Hatinya remuk, seperti kaca rapuh yang ditimpa benda keras. Narendra bertahan karena dia tidak melihat tatapan yang sarat dengan kebencian dari Rahayu. Justru ada sesuatu yang mengusik nalurinya. Dia tahu masih ada cinta dari tatapan tajam perempuan yang mengusirnya tadi. Sekuat tenaga Narendra menahan diri untuk tidak terbawa emosi, dia bahkan

