"Rendra, kenapa tidak masuk?" tanya Lilis begitu melihat mantan suami Rahayu mematung di depan gerbang. Lelaki itu diam-diam melirik mantan kakak iparnya. Rahmadi membuang muka, tidak ada lagi alasan untuk marah pada ayah dari si kembar. Dia melihat kesungguhan, setiap bulan Narendra selalu mengirimkan uang sebagai bentuk tanggung jawabnya pada anak. Rendra juga tidak pernah lupa berkirim kabar dengan Lilis. Dia tidak bisa berhubungan langsung melalui nomor Rahayu. Karena kadang-kadang dibaca pun tidak pernah. "Saya baru sampai, Teh." Narendra menjawab, kemudian dia berusaha menyalami Rahmadi. Tidak ada penolakan, hanya saja Rahmadi tidak bisa beramah tamah seperti halnya Lilis. "Loh, digembok, sebentar saya ambil kunci serepnya." Lilis merogoh tas kulit domba yang dia selempangkan. K

