34

1152 Kata

Meninggalnya Anjani membuat rahasia yang selama ini Narendra simpan di kantor terbongkar. Tepat di hari ketujuh kepergian Anjani, Narendra kembali mengerjakan rutinitasnya sebagai kepala Admin di perusahaan pembiayaan. Bisik-bisik rekan kerja membuat lelaki itu sedih. Apa yang mereka gunjingkan di belakang benar adanya. Dia tidak dapat membantah atau sekadar membela diri. Dari dalam ruangan, lelaki itu menatap meja tempat Anjani bekerja sebelum keluar. Kini ada Rama yang menggantikan posisi Anjani. Tidak ada ucapan bela sungkawa dari rekan-rekan kerjanya. Yang ada tatapan penuh kebencian, rasa penasaran juga tatapan mengejek dari mereka. Dia merasa asing dan kesepian. Telepon berdering, lelaki itu berusaha menghapus bayang-bayang Anjani di kepalanya. "Saya tunggu di ruangan, Pak." Bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN